Laman

Tampilkan postingan dengan label PEMIMPIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMIMPIN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2016

SOEKARNO

Sejarah Masa Kecil Presiden Sukarno

Bung Karno Saat Masih Bersekolah
Ketika dilahirkan di Blitar pada tanggal 6 juni 1901, Soekarno diberikan nama Koesno Sosrodihardjo oleh orangtuanya. Namun karena ia sering sakit maka ketika berumur lima tahun namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya. Nama tersebut diambil dari seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama "Karna" menjadi "Karno" karena dalam bahasa Jawa huruf "a" berubah menjadi "o" sedangkan awalan "su" memiliki arti "baik".
Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R.I., ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah. Sebutan akrab untuk Soekarno adalah Bung Karno.
Rumah Bung Karno Masa Kecil
Soekarno dilahirkan dengan seorang ayah yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai. Keduanya bertemu ketika Raden Soekemi yang merupakan seorang guru ditempatkan di Sekolah Dasar Pribumi di Singaraja, Bali. Nyoman Rai merupakan keturunan bangsawan dari Bali dan beragama Hindu sedangkan Raden Soekemi sendiri beragama Islam. Mereka telah memiliki seorang putri yang bernama Sukarmini sebelum Soekarno lahir. Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.
Ia bersekolah pertama kali di Tulung Agung hingga akhirnya ia pindah ke Mojokerto, mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota tersebut. Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School, sekolah tempat ia bekerja. Kemudian pada Juni 1911 Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS). Pada tahun 1915, Soekarno telah menyelesaikan pendidikannya di ELS dan berhasil melanjutkan ke HBS. di Surabaya, Jawa Timur. Ia dapat diterima di HBS atas bantuan seorang kawan bapaknya yang bernama H.O.S. Tjokroaminoto. Tjokroaminoto bahkan memberi tempat tinggal bagi Soekarno di pondokan kediamannya. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu, seperti Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis. Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian ia ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. Selain itu, Soekarno juga aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.
Tamat H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung dengan mengambil jurusan teknik sipil dan tamat pada tahun 1925.

Rabu, 18 Mei 2016

MAHATMA GANDHI




Mohandas Karamchand Gandhi (2 Oktober 186930 Januari 1948) juga dipanggil Mahatma Gandhi (bahasa Sansekerta: "jiwa agung") adalah seorang pemimpin spiritual dan politikus dari India.
Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni Britania Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri.
Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.
BIOGRAFI
Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 di negara bagian Gujarat di India. Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.
Ia mengawali karirnya sebagai seorang pengacara di Afrika Selatan, di mana ia menemukan berbagai persoalan rasial untuk pertama kalinya. Suatu ketika, dalam perjalanan di atas kereta api menuju Pretoria, Gandhi diminta meninggalkan kursi penumpang kelas satu yang ditumpanginya meskipun ia telah membayar tiketnya. Kondektur kereta yang berkulit putih itu dengan sinis mengatakan bahwa selain orang kulit putih tidak diperkenankan menempati kursi kelas utama. Tetapi Gandhi menolak dan bersikeras untuk tetap menempati kursi yang telah dibayarnya itu. Karena penolakan ini, sang kondektur menurunkannya di sebuah stasiun kecil.
Konon, itulah salah satu kejadian yang kemudian membuatnya selalu berjuang untuk keadilan. Dia selalu mencontohkan bahwa kita dapat melawan ketidak adilan tanpa melakukan kekerasan. Semasa di Afrika Selatan-lah Gandhi mulai mengembangkan idenya yang disebut Ahimsa atau anti-kekerasan, dan mengajarkan orang-orang India yang hidup di sana bagaimana menerapkan Ahimsa untuk mengatasi berbagai ketidak adilan yang mereka alami. Metode yang disebut juga sebagai perlawanan pasif atau anti-bekerjasama dengan mereka yang melakukan ketidak-adilan. Gandhi yakin bahwa, dengan menolak-bekerjasama, si oknum akhirnya akan menyadari kesalahannya
 dan kemudian menghentikan sikap tak adilnya.
Ketika kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris; hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah Kemaharajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran.
Rakyat dari agama dan suku yang berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama Hindu dan Islam mempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia menyukai pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara.
Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi.
Sementara Pergerakan terus berlangsung, Gandhi tetap melanjutkan pencariannya akan kebenaran dan merancang strategi yang sesuai untuk menghadapi musuh. Ia menyebutnya Satyagraha - Penegakan Kebenaran. Gandhi yakin bahwa dengan melihat penderitaan seseorang yang menegakkan kebenaran akan memberi pengaruh dan akan menyentuh nurani pelaku kesewenangan (musuh). Satyagraha kemudian dijalankan secara luas dan efektif dalam perjuangan kemerdekaan. Perjuangan ini akhirnya mencapai satu titik dimana Inggris tak sanggup bertahan menentang ribuan massa rakyat yang menetangnya, aksi-damai yang menuntut kemerdekaan. Betapapun, Gandhi yakin kepada setiap usaha dan perjuangan yang dilakukan oleh mereka yang dibimbing langsung olehnya dalam menjalankan Satyagraha, dan karena ajaran dan pelatihan Satyagraha inilah perjuangannya membawa hasil.
Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa).
Pada 30 Januari 1948, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia terlalu memihak kepada Muslim.
Nehru, Perdana Menteri India, menyebut Gandhi sebagai tokoh terbesar India setelah Gautama, sang Buddha. Ketika diminta untuk mengomentari tentang Gandhi, Einstein mengatakan: "Pada saatnya akan banyak orang yang tak percaya dan takjub bahwa pernah hidup seorang seperti Gandhi di muka bumi". Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris, menyebutnya 'Naked Fakir'.

Sumber    http://kolom-biografi.

CHE GUEVARA

che guevara

Leluhurnya berasal dari Irlandia. Dia menuruni semangat pemberontakan di Irlandia. Nama ayahnya adalah Ernesto Guevara Lynch dan ibunya bernama Celia De la Serna. Ayahnya adalah seorang aktifis dari Partai Republik pada Perang Saudara Spanyol. Banyak veteran sering datang ke rumah Che. Nama aslinya adalah Ernesto Guevara. Dia dikenal el Che Che atau. Dia adalah seorang dokter, penulis, komandan gerilya, diplomat, ahli strategi militer, dan Marxis. Dia adalah simbol dari revolusi.
che guevara
Dia sangat atletis meskipun ia menderita asma. Dia bermain sepakbola, golf, rugby. Dia juga menikmati berenang. Julukannya adalah “Fuser” berarti kuat. Fuser adalah pengurangan El Furibundo (kuat) dan ibunya nama terakhir de la Serna. Che Guevara mendapat nama tersebut karena ia sangat kuat dalam bermain.
Guevara belajar ilmu kedokteran di University of Buenos Aires pada tahun 1948. Setelah menyelesaikan studinya, ia bekerja sebagai dokter. Guevara senang membaca. Ada 3000 buku di rumahnya ketika ia masih remaja. Dia membaca Karl Mark, William Faulkner, Jawaharlal Nehru, Vladimir Lenin, Jean Paul Sartre dan Robert Frost. Dia juga membaca literatur Latin. Dia mencintai Horacio, Quiroga, Ciro Alegria, dan Miguel Asturias. Kelas favoritnya adalah filsafat, matematika, teknik, politik, sosiologi, arkeologi dan sejarah.
Guevara adalah seorang penjelajah. Dia pergi ke Northern Argentina mengendarai sepeda dengan sepeda motornya. Itu sekitar 4.500 km pada tahun 1950. Tahun depanya, ia melakukan ekspedisi kedua sekitar 8.000 km. Ekspedisinya selama 9 bulan. Ia mengunjungi sebagian besar Amerika Selatan. Kemudian ia dan Alberto Granado menjadi sukarelawan dekat Sungai Amazon di koloni penderita kusta di Peru. Guevara juga mengunjungi Chili, Peru, Ekuador, Kolombia, Venezuela, Panama Argentina, dan Amerika Serikat (Miami, Florida selama 20 hari). Eksplorasinya telah mengubah pandangannya tentang hidup. Perjalanannya membuatnya menjadi anti kapitalis. Dia menulis buku harian selama perjalanan. The Motorcycle Diaries adalah New York Times best seller.
“Sebuah perjalanan panjang sepeda motor Amerika Selatan membangunkannya untuk ketidakadilan dominasi AS di belahan bumi, dan penderitaan kolonialisme dibawa ke penduduk aslinya.”
- George Galloway, politikus Inggris (Wikipedia).
Guevara mengambil perjalanan lain ke Bolivia, Peru, Ekuador, Panama, Kosta Rika, Nikaragua, Honduras dan El Salvador pada bulan Juli 1953.
Di Guatemala Guevara bertemu Hilda Gaeda Acosta, seorang ekonom dari Peru. Dia terkait dengan Alianza populer Revolucionaria Americana (APRA). Dia mengajak Guevara kepada para pejabat senior di Pemerintah Arbenz. Lalu ia melakukan kontak dengan pengungsi Kuba yang punyahubungan dengan Fidel Castro. AS CIA mendukung pasukan yang menyerang Pemerintah Arbenz. Guevara bergabung dengan milisi dijalankan oleh Pemuda Komunis tapi kemudian ia kembali ke penelitian medis. Guevara pergi ke konsulat Argentina setelah Hilda Gaeda tertangkap. Dia menikah dengan Hilda Gaeda di Meksiko pada tahun 1955. Guevara tiba di Meksiko pada bulan September 1954. Dia bekerja di rumah sakit di sana. Setahun kemudian, ia bertemu dengan Raul Castro, adik Fidel Castro. Fidel Castro adalah pemimpin Gerakan 26 Juli yang bertujuan melengserkan diktator Fulgencio Batista. Che dan Fidel dimulai persahabatan sebagai revolusioner.
Guevara bergabung dengan pelatihan militer di gerakan itu. Dia belajar taktik perang gerilya. Dia berjalan melalui pegunungan, dan sungai. Dia berlatih penyergapan, dan mundur dalam taktik perang. Instruktur Alberto Bayo memuji Guevara sebagai mahasiswa terbaik dalam pelatihan tersebut. Guevara tinggal bersama petani miskin dari pegunungan Sierra Maestra. Guevara membangun pabrik granat, oven untuk memanggang roti, dan sekolah. Dia juga mendirikan klinik kesehatan, lokakarya, dan surat kabar. Dia juga mendirikan stasiun radio klandestin Radio Rebelde (Rebel Radio) pada bulan Februari 1958.
Tentara Batista menghukum mati para tahanan dan warga sipil banyak yang tewas. Pada tahun 1958, Guevara mengambil peran penting dalam Pertempuran Las Mercedes. Taktik perang yang hebat membuat kagum Mayor Larry Bookman, Korps Marinir AS. Berjalan kaki di Havana Guevara melanjutkan gerilya. Dia sering tidak punya makanan untuk beberapa hari. Dia pergi pada malam hari.
Dia menang di provinsi Las Villas. Kemudian, ia mengirim pasukan bunuh diri di ibu kota Santa Clara. Dia merebut kota itu dan menjadi tanda keberhasilan revolusi. Enam minggu pertempuran di Santa Clara menunjukkan kecerdasan Che. Radio Rebelde menyiarkan bahwa Guevara telah merebut Santa Clara pada Malam Tahun Baru 1958. Fulgencio Batista terbang ke Havana untuk Republik Dominika.
Pada bulan Januari 1959, Guevara menulis buku Guerrilla Warfare ketika ia berada di villa Tarara. Dia memperoleh kewarganegaraan Kuba pada bulan Februari. Dia juga bercerai dengan Hilda Gaeda pada tanggal 2 Juni 1959. Dia kemudian menikah Aleida March. Dia memiliki lima anak dari dua istri.
Fidel Castro menjadi pemimpin baru di Kuba. Dia mengangkat Guevara sebagai komandan penjara La Cabaa , tanggal 2 Januari sampai dengan 12 Juni 1959. Pada 27 Januari 1959 Guevara berbicara keadilan sosial dan reformasi pertanahan. Pada tanggal 17 Mei 1959, Reformasi Hukum Agraria dibawah pengawasan Guevara mulai efektif. Fidel Castro mendirikan National Institute of Reforma Agraria (INRA). Guevara memimpin lembaga itu.
Castro mendelegasikan Guevara untuk kunjungan tiga-bulan ke negara Pakta Bandung. Dia pergi ke Sudan, Maroko, Mesir, Suriah, Pakistan, Indonesia, India, Sri Lanka, Burma, Thailand, Jepang, Yugoslavia, Yunani, Singapura dan Hongkong. Ia mengunjungi Hiroshima dimana AS menjatuhkan Bom Atom.
Guevara memerintahkan lebih dari 100.000 relawan sebagai “brigade melek huruf“. Para relawan pergi ke pedesaan. Mereka membangun sekolah, mengajarkan petani untuk membaca dan menulis, dan menyediakan guru baru. Kampanye ini disebut Kampanye Melek huruf Kuba. Guevara meraih sukses dalam proyek ini. Tingkat bebas buta huruf mencapai 96%. Dia juga menciptakan link ke pendidikan tinggi.
Castro menunjuk Guevara sebagai Menteri Keuangan dan Presiden Bank Nasional. Dia juga adalah Menteri Industri. Tanda tangannya pada mata uang Kuba menyebabkan banyak protes dari sektor keuangan. Dia menandatangani pada uang kertas “Che” bukan nama lengkapnya. Ia mematahkan keyakinan bahwa uang adalah sakral. Tanda tanganya adalah simbol seni. Program ekonomi Guevara gagal. Produktivitas Turun terjadi selama program ini. Programnya “insentif moral” menimbulkan banyak kritik. Direktur Radio Marti, Ernesto Betancourt mengatakan bahwa Guevara adalah bodoh dari prinsip-prinsip ekonomi yang paling dasar.
Guevara menarik diri dari publik dua minggu setelah berbicara di Algiers. Lenyapnya adalah misteri bagi orang Kuba. Pengunduran dirinya adalah karena kegagalannya dalam kampanye industrialisasi. Dia melepas kewarganegaraan Kuba. Pada tanggal 3 Oktober 1965, Castro mengumumkan secara terbuka surat Guevara tanpa tanggal beberapa bulan sebelumnya. Guevara mengatakan bahwa ia mendukung Revolusi Kuba tetapi ia berkomitmen untuk meninggalkan Kuba untuk memperjuangkan revolusi.
Guevara bergabung dengan Tentara Pembebasan Nasional (Bolivia). Guevara bertemu Tamara Bunke di Jerman (Tania) ketika dia menjadi menteri di Pemerintah Castro. Tania adalah seorang penerjemah yang bergabung dengannya di Bolivia. Guevara dan Tania mengakhiri hidup mereka di La Higuera, Bolivia pada tanggal 9 Oktober 1967.

Sumber   http://biografisingkat.