Laman

Tampilkan postingan dengan label BABILONIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BABILONIA. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2016

Fakta Baru Taman Gantung Babilonia

ninevehDinding Nineveh (National Geographic News)
Taman gantung Babilonia yang begitu legendaris, selama diketahui terletak di Babilonia atau sekarang bernama Al Hillah, Irak. Keberadaannya yang misterius dan kecantikan yang digambarkan, membuat Taman gantung Babilonia merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Kuno Dunia.
Namun,  studi terbaru yang dilakukan oleh Stephanie Dalley dari Oxford University, mengungkap fakta baru mengenai taman gantung ini. Hasil studi menyatakan bahwa taman gantung yang bukanlah terletak di Al Hillah, melainkan sekitar 340 kilometer di sebelah utara Babilonia Kuno di Nineveh yang berada di tepian timur Sungai Tigris --kini Mosul di Irak.
Penemuan baru ini dimuat Dalley dalam buku barunya, The Mystery of the Hanging Garden of Babylon. Dalam buku itu Dalley menyatakan bahwa sumber-sumber sebelumnya telah salah dalam menerjemahkan, sehingga membuat kebingungan.
Salah penafsiran ini juga menjelaskan mengapa bertahun-tahun penggalian tidak pernah menghasilkan bukti yang kredibel dari kebun dongeng Babilonia, dengan Ibu Kota Babilonia di Sungai Eufrat. Ini yang masih menjadi pertanyaan para sejarahwan dari waktu ke waktu.
"Harus diakui bahwa keberadaan taman gantung Babilonia belum pernah teridentifikasi secara meyakinkan," ujar Irving Finkel, seorang kurator British Museum pada tahun 1988.
Dalley menjelaskan bahwa taman gantung dipersembahkan untuk Sennacherib (704-681 SM). Raja  Asyur menjadikan Nineveh sebagai Ibu Kota, kemudian ia membuat saluran air sejauh 40 mil yang akan mengalirkan air dari bukit menuju kota tersebut.
Sennacherib meninggalkan prasasti yang berisi tentang kecakapan irigasi dan konsep bangunan taman. "Prasasti Sennacherib khususnya merujuk pada kebanggannya terhadap jaringan kanal yang super besar dan menggambarkan konsep kebun dan taman yang megah," kata Jason Ur, seorang arkeolog antropologi di Harvard University.
Sementara itu Nebukadnezar, sosok yang selama ini selalu dikaitkan dengan keberadaan Taman Gantung, justru tidak pernah menyebutkan mengenai keberadaan taman it. Namun, demikian banyak prasasti yang membual atas prestasinya membangun di Babilonia.
Meskipun beberapa bukti telah diungkapkan oleh Dalley, tak lantas membuat seluruh akademisi mempercayainya. Sebagian dari mereka berpendapat kurangnya bukti yang dapat dihadirkan, takmengubah pandangan mereka mengenaia lokasi Taman Gantung Babilonia.
Seperti halnya McGuire Gibson, profesor arkeologi Mesopotamia di University of Chicago Oriental Institute, yang mengutarakan bahwa ada sebuah lokasi di Babilonia yang memang cocok untuk taman gantung yakni di sebelah selatan Citadel. Dinding raksasa terdapat di sebelah kanan sungai. Ini merupakan tempat di mana memudahkan akses air.
Dalley mengungkapan, untuk sekarang ini memang tidak memungkinkan bagi siapapun untuk melakukan penggalian di Nineveh demi mengakhiri segala perdebatan serta menjawab keberadaan taman gantung ini sesungguhnya.
Lokasinya juga tidak karena bersebelahan dengan Mosul, yang merupakan daerah konflik antara kaum minoritas Sunni dan Syiah yang dipimpin pemerintah Irak.
Buruknya lagi, situs ini telah dijarah selama bertahun-tahun dan digunakan sebagai pangkalan militer oleh pasukan Saddam Hussein, sehingga tim penggalian tidak akan pernah menemukan jejak dari taman gantung tersebut.
(Elizabeth Snodgrass. Sumber: National Geographic News
Sumber  http://nationalgeographic.

Taman Gantung Babilonia Ada Namun Bukan di Hillah


CORBIS/"PRLM"
PERKIRAAN Taman Gantung Babilonia oleh seniman pada abad ke-16. Ternyata tidak berada di Babilonia, melainkan di kota Nineveh yang dikuasai dinasti Assyria.*
PRLM - Taman Gantung Babilonia seakan menjadi misteri bagi berbagai kalangan termasuk ilmuwan selama berabad-abad. Namun kini teka-teki satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno itu terpecahkan dengan kenyataan lokasi taman itu bukan di Hillah, Irak, melainkan berada di jarak 450 km di utara, Nineveh.
Berdasarkan penelitian ahli sejarah Oxford, kisah taman gantung itu memang benar pernah ada, namun bukan di Hillah yang dibangun oleh Raja Babilonia Nebuchadnezzar. Bahkan sebenarnya tidak pernah ada di Babilonia.
Menurut Dr Stephanie Dalley dari Universitas Oxford di Institut Oriental, taman gantung itu berada di Nineveh, seteru Babilonia, yang dibangun oleh dinasti Assyrian, yaitu Sennacherib.
Sejak pengajuan proposal tahun 1992, Dalley menghabiskan waktu 20 tahun menyatukan kepingan-kepingan misteri, tulis The Independent.
Ada empat komponen kunci dari teori Dr Dalley, yang akan dipublikasikan dalam buku yang akan diluncurkan Mei ini.
Ketika mempelajari deskripsi bersejarah taman itu, dia menemukan relief dari abad ke-19 di Istana Sennacherib di Nineveh menunjukkan pohon yang tumbuh di kolom-kolom atap, seperti yang digambarkan dalam kisah sebelumnya.
Kedua, Nineveh, sebagai ibu kota Assyrian dikenal sebagai Babilonia Baru ketika Assyria menaklukkan Babilonia tahun 689 Sebelum Masehi. Kenyataanya, ada banyak tempat yang dinamai Babilonia.
Dalley juga menemukan bahwa gerbang Nineveh dinamai seperti gerbang kota Babilonia sebagai penanda keberhasilan invasi.
Ketiga, asesmen geografi menemukan bahwa tanah datar sekitar Babilonia mustahil bisa menaikkan air ke taman gantung.
Keeempat, Dalley menyakini bahwa deskripsi klasika orisinal Taman Gantung yang ditulis sejawaran yang pernah benar-benar mengunjungi kawasan Nineveh, termasuk juga keterangan Aleksander Agung, yang pasukannya pernah berkemah dekat kota tahun 331 SM, dekat dengan satu kanal air besar yang menyalurkan air ke lokasi yang diyakini tempat taman gantung berada.
"Menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menemukan bukti bahwa taman, dan sistem pengairannya dibangun oleh Raja Sennacherib di Nineveh bukannya oleh Raja Nebuchadnezzar di Babilonia. Untuk pertama kali dapat diperlihatkan ahwa Taman Gantung memang pernah ada," ujarnya. (A-88/dailymail)**

Sumber http://www.pikiran-rakyat